Pages

Selasa, Agustus 22, 2017

Tetes Air Mata Leleh Diantara Layar Smartphone

  



          Setiap memasuki bulan Agustus pastinya di setiap dada manusia Indonesia ada kecamuk yang sulit untuk di terjemahkan dengan kata kata, satu keharuan bahwa kita telah merdeka dan itu di dapat dari perjuangan orang orang yang kita tak kenal, boro boro ingat wajah, ketemu saja belum, mereka yang telah sukarela mengorbankan darah dan air mata agar bangsa yang kelak bernama Indonesia.
Jika di tanya Sudah Berbuat Apa untuk Indonesia? Bahu pun seakan terguncang dan kepala pun menggeleng, rasanya belum berbuat apa apa untuk bangsa ini. Berbuat sesuatu yang membuat keluarga bangga pun jarang jarang apalagi membuat bangga negara yang mencakup luas dari Sabang hingga Merauke rasanya ampe guling guling pun tak akan mampu, mungkin kalau mencintai Indonesia secara sederhana ala manusia biasa, semoga cinta itu terbalas oleh bangsa ini meski entah sampai kapan.
Menjadi Panitia Acara HUT RI Di Komplek Perumahan, Tanda Cintakah Untuk Bangsa?

Di awal awal saat menetap di perumahan Sukaraya Indah, ketika penduduk nya pun belum terlalu banyak. Namun bulan Agustus pun telah mempersatukan warganya, di buatlah seksi seksi yang mengurusi berbagai perlombaan. Entah mengapa akhirnya dari tahun ke tahun selalu kebagian menggawangi perlombaan untuk segmen anak anak. Maka tak tetolaklah mengurusi detail lomba anak anak mulai dari lomba balap karung, makan kerupuk, balap kelereng hingga lomba baca puisi.
Bocah bocah yang dahulu pernah menjadi peserta lomba ketika Agustusan, kini malah sering juga membantu ketika ada perlombaan, mereka bukan peserta lagi karena saat ini telah tumbuh menjadi remaja yang bahkan tingginya pun sekarang melampaui saya. Bertahun tahun menjadi panitia lomba untuk peringatan HUT RI memberikan kesan yang mendalam, entahlah apakah ini merupakan bagaian yang di namakan sudah berbuat sesuatu untuk Indonesia?

Mendengarkan Indonesia Raya Yang Begitu Syahdu Mengguncang

Tahun ini pun peringatan HUT RI ke 72 seakan bergema di antero nusantara, warga baik dari kampung yang terpencil hingga pusat kota megah di kota Jakarta yang merupakan ibu kota negara seakan satu suara dan bersepakat untuk merayakan HUT RI ke 72 yang jatuh pada hari Kamis. Meski hari libur nasional dan tidak bekerja, bukan saatnya berdiam diri dan tidak mandi seharian, hari kamis ini menyingkirkan rasa malas, pagi pagi mandi dan berpakaian rapi untuk segera melakukan kegiatan liputan suasana detik detik pembacaan naskah Proklamasi di lingkungan Rukun Tetangga 05/07 Perumahan Sukaraya Indah.

Sempet di telepon pak RT agar segera ke lapangan karena acara di mulai, dengan bersepada akhirnya menuju tempat berlangsungnya upacara. Lapangan telah banyak di hadiri oleh warga RT 05 termasuk juga anak anak yang berpakaian warna warni, setiap kamera ponsel di arahkan ke mereka, dengan cerah ceria mereka mengangkat dua tangan, entahlah apakah itu sebuah pesan damai bagi seluruh negeri.



Tiba saatnya pengibaran bendera sang saka merah putih, dengan tiang bambu bercat merah, pembawa bendera bersegera menuju tiang, ibu ibu yang bertugas menyanyikan Indonesia Raya pun telah bersiap. Sumpah inilah moment terindah selama mengikuti yang namanya upacara bendera, ratusan kali mendengarkan lagu kebangsaan, keharuannya selalu sama namun ini sungguh sangat berbeda. Serasa dada terguncang, seakan jiwa raga bersatu dalam pekatnya rasa nasionalisme yang membuncah.
Moment upacara di dekat Posyandu RT 05/07 Perumahan Sukaraya Indah hari ini merupakan perayaan HUT RI tersyahdu yang pernah penulis rasakan, ingin rasanya menangis dan menyesali betapa selama ini saya kemana saja? Kapan waktu untuk membaktikan diri untuk bangsa ini seperti pendahulu bangsa yang pemberani? Kemana saya saat harus mengisi kemerdekaan. Serasa dada penuh sesak dengan perasaan yang entah dan tak bisa di lukiskan dengan kata kata.

Lelehan Air Mata Diantara Smartphone

Frans Sumarto Mendur orang di balik tersajinya sebuah gambar monumental bagi bangsa ini, beliau adalah fotografer yang membidik kamarenya mengabadikan saat Soekarno membacakan teks proklamasi, ada juga pengibar bendera yang menjadi objek poto dari Pak Mendur, entah perasaan apa saat itu ketika kamera di arahkan ke tempat yang ingin di bidik oleh kameranya.
72 tahun kemudian, meski bukan di sebuah tempat yang ideal untuk melakukan upacara, tugas mengabadikan moment istimewa di lingkungan RT 05 menjadi tugas saya, berbekal sebuah kamera smartphone, rasanya tak ingin membuang setiap moment upacara, maka tersaji jua poto poto hasil jepretan dari telepon pintar, ada juga beberapa rekaman dari peristiwa upacara pagi tadi. Saat merah putih mengangkasa di iringi lagu Indonesia raya, tanpa di minta bulir bulir air mata menetes, tak ingin terlihat menangis di hadapan banyak orang, smartphone semakin di dekatkan ke wajah agar tak terlihat mata ini jatuh air mata.


Upacara di lingkungan RT 05/07 Perumahan Sukaraya Indah telah sukses membuat smartphone kecipratan air mata. Teringat kembali petuah pembina upacara, Bapak Hamengku Suhada S.pd yang memberikan pernyataan yang menggugah “ Siapa pun pemerintahannya, kita tetap berhak menikmati perayaan HUT RI dengan segala ke hidmatannya, karena perayaan HUT RI milik semua warga negara Indonesia, siapa pun presidennya.”



Tugas sebagai peliput upacara pun berakhir saat pembina meminta peserta membubarkan diri, warga yang hadir di upacara saling berangkulan, ada sisa air mata ternyata, keharuan bukan milik saya semata, warga perumahan yang masih mempunyai cicilan ke bank untuk beberapa tahun ke depan ternyata sama dengan saya, luruh dalam air mata keharuan.

Entahlah apakah tugas peliputan acara di RT ini merupakan sebuah makna Sudah Berbuat Apa untuk Indonesia. Sebagai blogger dan juga netizen journalist akhirnya peringatan detik detik proklamasi di lingkungan RT 05/07 pun segera di share dan dapat di nikmati di media sosial seperti Facebook dan juga Twitter. Selamat  HUT RI ke 72, salam dari Perumahan Sukaraya Indah untuk seluruh warga Indonesia yang merayakan kemerdekaan negara ini di angka ke 72. Merdeka Boeng!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar